|
* |
|
* |
|
* |
|
* |
|
* |
|
* |
|
* |
|
* |
|
* |
|
* |
|
* |
|
* |
|
* |
|
* |
|
|
Cymbeline 2008
Lebih Berkelas dan Banyak Detail
Gaun gaun dengan style yang lebih sophisticated berkelas) dan banyak menonjolkan tumpukan layer - layer pada bagian bawah
gaun sehingga tampak seperti bervolume dengan menggunakan banyak detail permainan French Lace di seluruh bagian gaun merupakan gaya
rancangan koleksi Cymbeline di tahun 2008.
Tren 2008 yang dikeluarkan, berbeda dengan tren ditahun 2007 dimana Cymbeline mengeluarkan tren bertema Corsage, seperti bunga -
bunga dengan warna - warna krem, ivory dan gading serta memainkan rok yang berlipit - lipit.
Rancangan gaun - gaun pengantin Cymbeline kata Commercial Export Director Cymbeline Paris, Lucrece Falcoz beberapa waktu lalu,
merupakan paduan antara tradisional dengan adibusana yang didesain secara modern dengan mengadaptasi sebuah teknik baru dari
pabrik yang menonjolkan desain dalam bentuk korset yang agak menonjol, nyaman serta memiliki identitas rancangan yang sederhana
dan lebih fitted cut. Diluar negeri, rancangan yang juga ditonjolkan adalah gaun pengantin yang mini.
Rancangan Cymbeline menghadirkan desain - desain gaun malam dan gaun pengantin bernuansa romantis dengan garis kontemporer.
Terbukti berkat kelihaian para desainer yang tergabung di dalamnya, menjadikan Cymbeline melejit menuju peringkat top dunia
untuk produksi gaun pengantin.
Direktur Cymbeline Indonesia, Mira Y. Leonardi menambahkan, keunikan rancangan Cymbeline terletak pada kualitas materi yang
terpilih, proses pembuatan dengan teknik cutting body corsette dan juga penggunaan bahan yang ringan sehingga memberikan
kenyamanan.
Di Indonesia, Cymbeline berkerjasama dengan Bridal Image sebagai agen distributor untuk mengembangkan pasar gaun pengantin
di Indonesia. Cymbeline yang merupakan butik gaun pengantin terkemuka serta memiliki reputasi yang baik dari Paris itu
setelah butik pertamanya di Indonesia dibuka Maret 2007 lalu di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Rabu (12/12) lalu kembali membuka
butik keduanya di Grand Indonesia, Jakarta.
Mira optimis membuka butik kedua tersebut karena menurut dia minta beli masyarakat Indonesia kini sudah branded minded dimana
produk - produk luar negeri dengan harga terjangkau saat ini diminati terutama mereka yang pernah belajar atau tinggal di
luar negeri, eksekutif yang umumnya dari mengengah keatas. Di Indonesia, kata Mira khusus untuk gaun pengantin, konsumen
biasanya meminta untuk ditambahkan dengan payet di gaunnya.
Ditanya ketertarikannya membuka butik Cymbeline di Indonesia, Mira mengatakan bahwa dominasi industri bridal di Indonesia
lebih banyak gaun - gaun pengantin Impor dari negara - negara Asia. Dengan adanya Cymbeline yang merupakan produksi orsinil
dari Eropa, Mira berharap dapat memberikan pilihan kepada pasar Indonesia untuk mencoba gaun - gaun pengantin khas Eropa
yang berbeda dengan gaun - gaun pengantin yang ada sekarang ini.
Segmen pasar yang ingin dibidik butik ini menurut Mira adalah kelas menengah keatas dan pihaknya akan fokus pada perkembangan
pasar Indonesia dengan menyediakan lebih banyak lagi pilihan style gaun - guan Cymbeline di kedua outlet ini dan juga
memberikan pelayanan yang lebih personal bagi pelanggannya. Selain gaun pengantin Cymbeline, kedua butik ini juga memiliki
koleksi gaun pengapit pada umumnya serta keperluan wedding lainnya yang dapat melengkapi kebutuhan pengantin.
Harga yang ditawarkan dimulai dari harga Rp 20 juta keatas. Untuk sewa maupun pembelian dapat disesuaikan dengan kebutuhan
pembeli atau klien.
Bridal Image merupakan salah satu unit bisnis yang bernaung dibawah bendera King Foto Group. Bridal Image memfokuskan diri
dengan menyediakan gaun - gaun pengantin dan perlengkapannya. Selama ini Bridal Image juga memiliki inhouse designer ini
mengageni produk multi brand untuk pada Asia yaitu Linli dan Cymbeline. [IDA]
|
Source : Suara Pembaruan 19 Desember 2007
|