HOME CYMBELINE PROFILE SERVICE WEDDING GUIDE b2card FACILITY CONTACT US
Mencari Biaya Pernikahan
- Anda Punya Pilihan!
- Wedding Showers
- Waking the 3B
- Mengenal Prosesi Pernikahan Adat
- The Advantages To Buying A Loose
- Biaya Pernikahan
- Mencari Biaya Pernikahan 2
- Mencari Biaya Pernikahan
- What are the Hot Dates for Weddi
- Food Tasting
- Perlukah Pesta Besar pada Pernik
- Tips for Adding Candlelight to Y
- Relax Your Mind
- Tips for Selecting Your Bridesma
- Arranging Flowers
- Transport On The Big Day
- Planning A Wedding Shower
- Tips for Giving the Perfect Toas
- Avoiding Panic on Your Wedding D
- Catering Your Wedding
- Tips Hemat Cinderamata
- Accessorize Like A Queen
- Destination Wedding and Honeymoo
- Brides Beauty Countdown Plan
- Detik-detik menuju hari H
- Uniknya Pernikahan Tradisional J
- Hubungan Pernikahan & Kado
- Pertanyaan yang Wajib diketahui
- Pengiring Pengantin Seksi Repot
- Pesta Pernikahan Di Hari Biasa,
- Check n Recheck Menjelang Hari H
- 320124
- May I Have This Dance
- Music & Wedding
- 10 Hal Sebelum Membeli Wedding C
- Strategi Intim Di Akhir Pekan
- Mengontrol Undangan
- Tradisi Perkawinan Cina
- Meramu Rasa Dalam Pesta
- Rahasia Melangsingkan Pengeluara
- Successful Marriage Tips
- A Few Tips For Planning Your Wed
- Emergency Kit for Bride and Groo

Lita sedang uring-uringan seperti biasanya belakangan ini setiap si Aldo, pacarnya berkunjung ke rumahnya. Apa pasal? Ternyata usut punya usut, si Aldo selalu menolak secara halus setiap kali Lita mengajaknya berdiskusi lebih serius mengenai rencana pernikahan mereka. Wajar, mereka telah lima tahun menjalin hubungan yang serius dan usia keduanya pun telah sangat cukup untuk membina sebuah keluarga. Apalagi keduanya juga telah mempunyai penghasilan tetap sebagai karyawan. Namun, masalahnya Aldo masih berpikir bahwa dirinya belumlah mampu untuk membiayai suatu pesta pernikahan yang cukup pantas. Maklum, baik Aldo maupun Lita sudah tidak mempunyai orang tua lagi yang seandainya masih hidup mungkin bisa diandalkan untuk membantu-bantu meringankan biaya pernikahan mereka. Apalagi Aldi juga memikirkan bahwa setelah pesta usai, masih ada berbagai keperluan lain yang perlu biaya, seperti mencicil sebuah rumah untuk mereka, dan lain sebagainya. Akhirnya pada suatu kesempatan, Lita memberikan segepok brosur-brosur mengenai kredit multiguna dari sebuah bank yang bisa digunakan antara lain untuk membiayai suatu acara pesta pernikahan. Kontan saja Aldo langsung terbengong, ? Kamu mau kita menikah dengan uang pinjaman?? cetusnya spontan.

Terlepas dari akhir cerita Lita dan Aldo diatas, pembiayaan pesta pernikahan memang kerap kali menjadi sumber permasalahan yang paling memusingkan kepala para calon pengantin dan keluarganya. Memang, saat ini banyak para calon pengantin yang mulai berpikir taktis antara lain dengan cara mengusahakan sebagian biaya pernikahannya bisa ?balik modal' dengan mengandalkan pemasukan dari ?amplop' yang diberikan para tamu (dibahas dalam bagian lain rubrik ini). Namun, pemasukan ?amplop' paling-paling hanya bisa me- recover sekitar 30% dari keseluruhan biaya pernikahan, itupun baru bisa diterima setelah acara pesta berlangsung, sedangkan banyak dari komponen-komponen biaya pesta seperti sewa gedung dan catering yang mensyaratkan pembayaran di muka. Otomatis tetap saja harus ada uang tunai di tangan saat mempersiapkan segala sesuatu keperluan pesta tersebut. Nh, jika uang tunai yang berasal dari kocek sendiri tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan tersebut, tentu alternatifnya adalah mencari sumber pendanaan yang lain, antara lain dengan cara meminjam uang kepada orang lain.

Kredit Multi Guna (KMG) dan Kredit tanpa Agunan (KTA)

Sama seperti sikap Aldo diatas, meminjam uang untuk keperluan pesta pernikahan memang kedengaran agak aneh bagi sebagian orang. Tapi ada saja lho yang melakukannya. Nah, masalah pinjam meminjam uang untuk biaya pesta perkawinan yang dialami oleh banyak pasangan calon pengantin ini tidak luput dari endusan hidung tajam para praktisi perbankan yang sedang berlomba-lomba menawarkan produk yang mampu memberikan apa yang dibutuhkan oleh kebutuhan konsumen. Dalam hal ini kalangan perbankan menawarkan produk pinjaman -atau biasa disebut kredit- bagi konsumen yang dapat digunakan untuk membiayai acara pesta pernikahan mereka. Produk kredit tersebut adalah kredit yang mempunyai nama populer Kredit Multi Guna (KMG) dan Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Sesuai dengan namanya, KMG adalah suatu jenis kredit dimana uang yang didapat dari kredit tersebut bisa digunakan untuk keperluan apa saja, termasuk penyelenggaraan pesta pernikahan. Besarnya KMG yang bisa diberikan bervariasi untuk masing-masing bank, biasanya berjumlah minimal Rp. 25 juta sampai maksimal Rp. 3 milyar. Lamanya jangka waktu kredit disesuaikan dengan kemampuan peminjam dengan jangka waktu maksimal biasanya 10 tahun. Untuk keperluan konsumtif seperti misalnya pernikahan, akan sangat disarankan untuk mengambil jangka waktu kredit yang paling pendek supaya total bunga yang harus dibayar tidaklah terlalu besar. Selain itu, penentuan jangka waktu ini terkait juga dengan kemampuan cicilan debitur yang biasanya dibatasi tidak lebih dari 40% dari penghasilan setelah dikurangi utang-utang lainnya. Untuk KMG ini agunan kredit yang diterima umumnya berupa mobil atau rumah dan properti lainnya.

Berbeda dengan KMG yang masih mensyaratkan adanya agunan kredit, KTA ?sesuai juga dengan namanya, sama sekali tidak mensyaratkan adanya agunan kredit. Karena ketiadaan agunan kredit inilah maka limit pinjaman KTA pun jauh lebih kecil daripada limit pinjaman KMG. Besaran limit maksimum pinjaman berkisar antara 3 ? 5 kali gaji bulanan Anda, dengan minimum nominal Rp. 5 juta hingga maksimum Rp. 100 juta. Jika Anda membutuhkan dana cepat dalam jumlah yang tidak terlalu besar, misalkan saja untuk untuk uang muka sewa gedung atau katering pesta Anda, maka Anda bisa mempertimbangkan penggunaan KTA ini karena prosesnya hanya sekitar 20 hari.Karena tujuannya adalah untuk menyediakan dana cepat bagi peminjam, maka biasanya jangka waktu pinjamannya pendek, maksimumnya tiga tahun.

Penggunaan Kredit Multi Guna dan Kredit Tanpa Agunan

Penggunaan kredit untuk membiayai pesta pernikahan sebenarnya hampir sama konsepnya dengan menabung untuk biaya pesta, hanya saja berkebalikan. Jika kita menabung, maka kita mengumpulkan uang di awal dan dibelanjakan kemudian. Sedangkan pada kredit, kita membelanjakan di awal (dengan uang hasil kredit) dan kemudian mencicilnya kemudian. Hanya saja jangan lupa, bahwa untuk itu kita akan dikenakan bunga. Nah, untuk KMG dan terutama KTA, bunga yang dipatok relatif cukup tinggi sehingga pasangan calon pengantin yang bermaksud mempergunakan kredit ini harus ekstra hati-hati dan penuh perhitungan.

Jika Anda berminat menggunakan KMG atau KTA untuk penyelenggaraan pesta pernikahan Anda , ada baiknya Anda memperhatikan beberapa poin-poin di bawah ini terkait dengan penggunaan KMG dan KTA :

Gunakan KMG atau KTA sebagai alternatif terakhir pembiayaan pesta pernikahan Anda . Hal ini untuk menghindari tingginya bunga yang bisa menyulitkan Anda kelak, apalagi mengingat kondisi keuangan Anda sebagai pasangan muda umumnya belum mantap benar selain masih banyaknya keperluan lain yang harus dipenuhi.
Tentukan dengan spesifik apa tujuan Anda mengambil KMG dan KTA ini. Anda tentukan pos-pos mana saja dalam komponen pesta Anda yang akan Anda biayai dengan kredit ini.
Perhatikan kemampuan Anda dalam mengambil kredit. Jangan sampai cicilannya Hitung benar-benar kebutuhan Anda biaya pernikahan Anda yang harus ditutupi dengan kredit. Jangan sampai terlalu dalam berlebihan mengambil kredit hingga melebihi jumlah kebutuhan Anda.
Selain itu, sesuaikan juga limit kredit yang Anda ambil dengan kemampuan keuangan Anda. Sebagai patokan Anda bisa lihat dari cicilan kreditnya. Jangan mengambil limit yang cicilannya bisa menyebabkan total cicilan hutang Anda (termasuk hutang lain selain KMG dan KTA ini) menjadi melebihi 30% dari penghasilan bulanan Anda. Cicilan hutang yang melebihi dari 30% dari penghasilan sudah cukup mengganggu keuangan bulanan Anda, apalagi kalau kredit itu adalah kredit konsumsi yang notabene tidak akan membuat Anda bertambah kaya.
Jika memang cicilan utang Anda (selain KMG dan KTA) sudah membuat Anda susah bernafas, lebih baik lupakan saja niat untuk mengambil KMG atau KTA ini.
Jika memang keuangan bulanan Anda masih cukup longgar, ada bagusnya mengambil jangka waktu kredit yang paling pendek. Memang, cicilan per bulannya akan menjadi lebih besar, tapi kabar bagusnya adalah total bunga kredit yang harus Anda bayar akan menjadi lebih kecil. Tidak ada gunanya untuk membayar bunga yang besar untuk suatu pinjaman yang bukan digunakan untuk kegiatan produktif, bukan?
Jangan lupa untuk memperhitungkan biaya-biaya yang harus Anda terkait dengan proses administrasi kredit ini. Untuk KTA biasanya terdapat biaya administrasi dan provisi. Untuk KMG biasanya lebih banyak lagi itemnya, seperti misalnya ada tambahan untuk biaya notaris, penilaian agunan, dan asuransi.
Jika Anda telah mengambil kredit ini untuk membiayai pernikahan Anda, maka setelah Anda berumah tangga nanti, pastikan bahwa cicilan kredit ini menempati prioritas teratas dalam pengeluaran bulanan Anda. Ini untuk mencegah Anda 'kelupaan' membayar cicilannya yang bisa mengakibantkan bunga yang membengkak, atau malah didatangai debt collector. Nggak lucu kan kalau pengantin baru sudah harus berurusan dengan debt collector ?
Ada baiknya juga jika Anda mempertimbangkan penggunaan kredit ini untuk kebutuhan yang lebih urgent nanti setelah menikah daripada hanya sekedar untuk biayanya pestanya saja. Misalkan saja Anda merencanakan untuk merenovasi rumah yang akan Anda tinggali setelah menikah.
Kredit seperti layaknya pedang bermata dua, jika dipergunakan dengan tepat manfaatnya akan cukup besar, sebaliknya jika penggunaannnya tidak tepat bisa jadi hanya akan membawa masalah saja. Demikian juga dengan penggunan KMG atau KTA ini dalam pembiayaan pernikahan ini, jika penggunaannya tepat maka bisa jadi akan menyelamatkan pesta Anda, dan sebaliknya jika tidak tepat bisa malah memberatkan keuangan keluarga muda yang baru saja Anda dirikan.

Copyright © 2000 - 2007 by KING FOTO. All rights reserved.