Lita
sedang uring-uringan seperti biasanya belakangan ini setiap si Aldo, pacarnya
berkunjung ke rumahnya. Apa pasal? Ternyata usut punya usut, si Aldo selalu
menolak secara halus setiap kali Lita mengajaknya berdiskusi lebih serius
mengenai rencana pernikahan mereka. Wajar, mereka telah lima tahun menjalin
hubungan yang serius dan usia keduanya pun telah sangat cukup untuk membina
sebuah keluarga. Apalagi keduanya juga telah mempunyai penghasilan tetap
sebagai karyawan. Namun, masalahnya Aldo masih berpikir bahwa dirinya
belumlah mampu untuk membiayai suatu pesta pernikahan yang cukup pantas.
Maklum, baik Aldo maupun Lita sudah tidak mempunyai orang tua lagi yang
seandainya masih hidup mungkin bisa diandalkan untuk membantu-bantu meringankan
biaya pernikahan mereka. Apalagi Aldi juga memikirkan bahwa setelah pesta
usai, masih ada berbagai keperluan lain yang perlu biaya, seperti mencicil
sebuah rumah untuk mereka, dan lain sebagainya. Akhirnya pada suatu kesempatan,
Lita memberikan segepok brosur-brosur mengenai kredit multiguna dari sebuah
bank yang bisa digunakan antara lain untuk membiayai suatu acara pesta
pernikahan. Kontan saja Aldo langsung terbengong, ? Kamu mau kita
menikah dengan uang pinjaman?? cetusnya spontan.
Terlepas
dari akhir cerita Lita dan Aldo diatas, pembiayaan pesta pernikahan memang
kerap kali menjadi sumber permasalahan yang paling memusingkan kepala
para calon pengantin dan keluarganya. Memang, saat ini banyak para calon
pengantin yang mulai berpikir taktis antara lain dengan cara mengusahakan
sebagian biaya pernikahannya bisa ?balik modal' dengan mengandalkan
pemasukan dari ?amplop' yang diberikan para tamu (dibahas dalam
bagian lain rubrik ini). Namun, pemasukan ?amplop' paling-paling
hanya bisa me- recover sekitar 30% dari keseluruhan biaya pernikahan,
itupun baru bisa diterima setelah acara pesta berlangsung, sedangkan banyak
dari komponen-komponen biaya pesta seperti sewa gedung dan catering yang
mensyaratkan pembayaran di muka. Otomatis tetap saja harus ada uang tunai
di tangan saat mempersiapkan segala sesuatu keperluan pesta tersebut.
Nh, jika uang tunai yang berasal dari kocek sendiri tidak cukup untuk
mencukupi kebutuhan tersebut, tentu alternatifnya adalah mencari sumber
pendanaan yang lain, antara lain dengan cara meminjam uang kepada orang
lain.
Kredit
Multi Guna (KMG) dan Kredit tanpa Agunan (KTA)
Sama seperti
sikap Aldo diatas, meminjam uang untuk keperluan pesta pernikahan memang
kedengaran agak aneh bagi sebagian orang. Tapi ada saja lho yang melakukannya.
Nah, masalah pinjam meminjam uang untuk biaya pesta perkawinan yang dialami
oleh banyak pasangan calon pengantin ini tidak luput dari endusan hidung
tajam para praktisi perbankan yang sedang berlomba-lomba menawarkan produk
yang mampu memberikan apa yang dibutuhkan oleh kebutuhan konsumen. Dalam
hal ini kalangan perbankan menawarkan produk pinjaman -atau biasa disebut
kredit- bagi konsumen yang dapat digunakan untuk membiayai acara pesta
pernikahan mereka. Produk kredit tersebut adalah kredit yang mempunyai
nama populer Kredit Multi Guna (KMG) dan Kredit Tanpa Agunan (KTA).
Sesuai dengan
namanya, KMG adalah suatu jenis kredit dimana uang yang didapat dari kredit
tersebut bisa digunakan untuk keperluan apa saja, termasuk penyelenggaraan
pesta pernikahan. Besarnya KMG yang bisa diberikan bervariasi untuk masing-masing
bank, biasanya berjumlah minimal Rp. 25 juta sampai maksimal Rp. 3 milyar.
Lamanya jangka waktu kredit disesuaikan dengan kemampuan peminjam dengan
jangka waktu maksimal biasanya 10 tahun. Untuk keperluan konsumtif seperti
misalnya pernikahan, akan sangat disarankan untuk mengambil jangka waktu
kredit yang paling pendek supaya total bunga yang harus dibayar tidaklah
terlalu besar. Selain itu, penentuan jangka waktu ini terkait juga dengan
kemampuan cicilan debitur yang biasanya dibatasi tidak lebih dari 40%
dari penghasilan setelah dikurangi utang-utang lainnya. Untuk KMG ini
agunan kredit yang diterima umumnya berupa mobil atau rumah dan properti
lainnya.
Berbeda
dengan KMG yang masih mensyaratkan adanya agunan kredit, KTA ?sesuai
juga dengan namanya, sama sekali tidak mensyaratkan adanya agunan kredit.
Karena ketiadaan agunan kredit inilah maka limit pinjaman KTA pun jauh
lebih kecil daripada limit pinjaman KMG. Besaran limit maksimum pinjaman
berkisar antara 3 ? 5 kali gaji bulanan Anda, dengan minimum nominal
Rp. 5 juta hingga maksimum Rp. 100 juta. Jika Anda membutuhkan dana cepat
dalam jumlah yang tidak terlalu besar, misalkan saja untuk untuk uang
muka sewa gedung atau katering pesta Anda, maka Anda bisa mempertimbangkan
penggunaan KTA ini karena prosesnya hanya sekitar 20 hari.Karena tujuannya
adalah untuk menyediakan dana cepat bagi peminjam, maka biasanya jangka
waktu pinjamannya pendek, maksimumnya tiga tahun.
Penggunaan
Kredit Multi Guna dan Kredit Tanpa Agunan
Penggunaan
kredit untuk membiayai pesta pernikahan sebenarnya hampir sama konsepnya
dengan menabung untuk biaya pesta, hanya saja berkebalikan. Jika kita
menabung, maka kita mengumpulkan uang di awal dan dibelanjakan kemudian.
Sedangkan pada kredit, kita membelanjakan di awal (dengan uang hasil kredit)
dan kemudian mencicilnya kemudian. Hanya saja jangan lupa, bahwa untuk
itu kita akan dikenakan bunga. Nah, untuk KMG dan terutama KTA, bunga
yang dipatok relatif cukup tinggi sehingga pasangan calon pengantin yang
bermaksud mempergunakan kredit ini harus ekstra hati-hati dan penuh perhitungan.
Jika Anda
berminat menggunakan KMG atau KTA untuk penyelenggaraan pesta pernikahan
Anda , ada baiknya Anda memperhatikan beberapa poin-poin di bawah ini
terkait dengan penggunaan KMG dan KTA :
Gunakan
KMG atau KTA sebagai alternatif terakhir pembiayaan pesta pernikahan Anda
. Hal ini untuk menghindari tingginya bunga yang bisa menyulitkan Anda
kelak, apalagi mengingat kondisi keuangan Anda sebagai pasangan muda umumnya
belum mantap benar selain masih banyaknya keperluan lain yang harus dipenuhi.
Tentukan dengan spesifik apa tujuan Anda mengambil KMG dan KTA ini. Anda
tentukan pos-pos mana saja dalam komponen pesta Anda yang akan Anda biayai
dengan kredit ini.
Perhatikan kemampuan Anda dalam mengambil kredit. Jangan sampai cicilannya
Hitung benar-benar kebutuhan Anda biaya pernikahan Anda yang harus ditutupi
dengan kredit. Jangan sampai terlalu dalam berlebihan mengambil kredit
hingga melebihi jumlah kebutuhan Anda.
Selain itu, sesuaikan juga limit kredit yang Anda ambil dengan kemampuan
keuangan Anda. Sebagai patokan Anda bisa lihat dari cicilan kreditnya.
Jangan mengambil limit yang cicilannya bisa menyebabkan total cicilan
hutang Anda (termasuk hutang lain selain KMG dan KTA ini) menjadi melebihi
30% dari penghasilan bulanan Anda. Cicilan hutang yang melebihi dari 30%
dari penghasilan sudah cukup mengganggu keuangan bulanan Anda, apalagi
kalau kredit itu adalah kredit konsumsi yang notabene tidak akan membuat
Anda bertambah kaya.
Jika memang cicilan utang Anda (selain KMG dan KTA) sudah membuat Anda
susah bernafas, lebih baik lupakan saja niat untuk mengambil KMG atau
KTA ini.
Jika memang keuangan bulanan Anda masih cukup longgar, ada bagusnya mengambil
jangka waktu kredit yang paling pendek. Memang, cicilan per bulannya akan
menjadi lebih besar, tapi kabar bagusnya adalah total bunga kredit yang
harus Anda bayar akan menjadi lebih kecil. Tidak ada gunanya untuk membayar
bunga yang besar untuk suatu pinjaman yang bukan digunakan untuk kegiatan
produktif, bukan?
Jangan lupa untuk memperhitungkan biaya-biaya yang harus Anda terkait
dengan proses administrasi kredit ini. Untuk KTA biasanya terdapat biaya
administrasi dan provisi. Untuk KMG biasanya lebih banyak lagi itemnya,
seperti misalnya ada tambahan untuk biaya notaris, penilaian agunan, dan
asuransi.
Jika Anda telah mengambil kredit ini untuk membiayai pernikahan Anda,
maka setelah Anda berumah tangga nanti, pastikan bahwa cicilan kredit
ini menempati prioritas teratas dalam pengeluaran bulanan Anda. Ini untuk
mencegah Anda 'kelupaan' membayar cicilannya yang bisa mengakibantkan
bunga yang membengkak, atau malah didatangai debt collector. Nggak lucu
kan kalau pengantin baru sudah harus berurusan dengan debt collector ?
Ada baiknya juga jika Anda mempertimbangkan penggunaan kredit ini untuk
kebutuhan yang lebih urgent nanti setelah menikah daripada hanya sekedar
untuk biayanya pestanya saja. Misalkan saja Anda merencanakan untuk merenovasi
rumah yang akan Anda tinggali setelah menikah.
Kredit seperti layaknya pedang bermata dua, jika dipergunakan dengan tepat
manfaatnya akan cukup besar, sebaliknya jika penggunaannnya tidak tepat
bisa jadi hanya akan membawa masalah saja. Demikian juga dengan penggunan
KMG atau KTA ini dalam pembiayaan pernikahan ini, jika penggunaannya tepat
maka bisa jadi akan menyelamatkan pesta Anda, dan sebaliknya jika tidak
tepat bisa malah memberatkan keuangan keluarga muda yang baru saja Anda
dirikan.
|